1

17 Juli 2015 kemarin, tepat 10 tahun saya merantau.

17 Juli 2005, Nana harus meninggalkan rumah untuk melanjutkan stud, Nana yang baru saja tamat SD, Nana yang masih 11 tahun, Nana yang suka berlarian di jalan raya mengenakan oblong putih -bila tidak mau disebut kaus dalam- dan celana pendek, Nana yang rambutnya masih dikuncir dua, yang gigi susunya masih tergantikan beberapa oleh gigi dewasa, Nana yang kurus kering dengan berat tidak sampai 20 kilo namun pipinya tembam, dan dadanya yang tak kunjung tumbuh. Tepat hari itu, Minggu 17 Juli 2005 pertama kalinya Nana menginjakkan kaki di pesantren modern ala Gontor di kabupaten terujung timur pulau Madura, Sumenep.

Hari itu aku yang selalu nampak tegar dan kuat menangis jadi di gerbang pemisah asrama dan kelas. Sejadi-jadinya. Tak peduli dengan tatapan iba orang yang lalu lalang di depan maupun belakangku, aku menangis, ibuku pergi, bapakku pergi, dan sulung mereka, mereka buang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s